Palangka Raya, Newsinkalteng.co.id – Anggota Komisi XIII DPR RI, Bias Layar, didampingi Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Tengah, I Putu Murdiana, melakukan kunjungan kerja ke Lapas Kelas IIA Palangka Raya, Senin (1/6).
Dalam kunjungan itu, rombongan meninjau sejumlah fasilitas, mulai dari klinik pratama, dapur lapas, area pembinaan kemandirian, hingga Lapalka Cafe yang menjadi salah satu wadah pembinaan keterampilan bagi warga binaan. Selain itu, Bias Layar juga menyempatkan diri menyapa dan berdialog langsung dengan warga binaan.
Menurut Bias Layar, kunjungan lapangan penting dilakukan agar pemerintah dan DPR memperoleh gambaran nyata mengenai kebutuhan pemasyarakatan, termasuk fasilitas yang masih kurang dan layanan yang telah berjalan dengan baik.
“Kami harus melihat langsung di lapangan apa saja yang masih kurang dan apa yang sudah terpenuhi. Semua ini untuk kehidupan warga binaan karena mereka tetap memiliki hak asasi yang harus kita junjung dan penuhi bersama,” ujar Bias Layar.
Saat meninjau dapur lapas, Bias Layar memberikan apresiasi terhadap kondisi kebersihan yang dinilai terjaga dengan baik. Ia menilai pengelolaan dapur yang bersih menjadi salah satu indikator penting dalam pemenuhan hak dasar warga binaan.
Rombongan kemudian melanjutkan peninjauan ke area budidaya perikanan yang menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian warga binaan. Di lokasi tersebut, Bias Layar melihat langsung kolam budidaya ikan yang dikelola warga binaan.
“Tempat budidaya perikanannya bagus, luar biasa. Kolamnya luas dan kebersihannya juga terjaga. Apalagi jika ditambahkan dengan budidaya ikan patin yang memiliki potensi baik. Nanti akan kami upayakan dukungan agar program ini semakin berkembang,” katanya.
Dalam dialog bersama warga binaan, Bias Layar berpesan agar seluruh penghuni lapas menjaga ketertiban dan mematuhi aturan yang berlaku. Ia mengingatkan agar tidak terlibat perkelahian, penyalahgunaan narkoba maupun kepemilikan telepon genggam secara ilegal di dalam lapas.
“Berpikirlah seribu kali sebelum bertindak. Saya tidak bisa mengintervensi proses hukum yang kalian jalani karena semua bergantung pada keputusan dan perbuatan masing-masing. Jangan ada kekerasan karena kalian di sini adalah satu keluarga dan satu rasa,” tegasnya.
Ia juga mendorong warga binaan untuk memanfaatkan masa pembinaan sebagai kesempatan memperbaiki diri. Keterampilan yang diperoleh selama menjalani pembinaan diharapkan dapat menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat sehingga tidak mengulangi perbuatan yang melanggar hukum.
Terkait dengan meninggalnya Warga Binaan di Lapas Palangka Raya, Bias Layar juga meninjau area sel isolasi yang menjadi tempat peristiwa. Dari hasil peninjauan, ia memastikan tidak menemukan kondisi yang membahayakan serta menyatakan bahwa pihak lapas telah menjalankan prosedur dan standar operasional yang berlaku.
"Pada saat melakukan Pengecekan sel isolasi, saya hanya melihat dari luar tidak mau membuka karena ditakutkan ada olah TKP lebih lanjut. Saya pastikan tidak ada tempat yang membahayakan, untuk pihak lapas sendiri sudah memenuhi daripada prosedur dan SOPnya," ungkap Bias Layar.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Kalimantan Tengah, I Putu Murdiana, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan Komisi XIII DPR RI terhadap penyelenggaraan pemasyarakatan di Kalimantan Tengah.
“Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk melihat secara langsung kondisi riil pemasyarakatan. Kami berharap berbagai kebutuhan dan tantangan yang dihadapi satuan kerja dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan ke depan,” ujar Putu.
Ia menjelaskan bahwa salah satu tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah kondisi overkapasitas penghuni serta keterbatasan jumlah personel. Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan perhatian serius karena berpengaruh terhadap efektivitas pengamanan dan pembinaan warga binaan.
“Overkapasitas dan kekurangan personel merupakan persoalan yang nyata di lapangan. Di tengah keterbatasan tersebut, jajaran pemasyarakatan tetap berupaya memberikan pelayanan, pembinaan, dan pengamanan secara optimal,” jelasnya.
I Putu Murdiana menambahkan bahwa keterbatasan anggaran yang terjadi saat ini turut berdampak pada sejumlah rencana pengembangan sarana dan prasarana pemasyarakatan. Meski demikian, pihaknya tetap berkomitmen menjaga kualitas layanan serta memastikan seluruh prosedur dan standar operasional berjalan dengan baik.
“Kami terus berupaya membenahi fasilitas, meningkatkan kualitas pembinaan, serta memastikan hak-hak warga binaan tetap terpenuhi. Dengan dukungan berbagai pihak, kami optimistis tantangan yang ada dapat diatasi secara bertahap demi terwujudnya sistem pemasyarakatan yang lebih baik,” pungkas Kakanwil.(Red)
Tags:
Lapas/Rutan Kalteng


