Palangka Raya, Newsinkalteng.co.id – Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Tengah, Siti Nafsiah, menegaskan bahwa transformasi teknologi merupakan kebutuhan mendesak bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk bertahan dan bersaing di era digital yang terus berkembang pesat.
Dalam keterangannya pada Jumat (16/5/2025), Siti menyoroti pentingnya digitalisasi dalam berbagai aspek usaha, mulai dari pemasaran online hingga pengelolaan keuangan berbasis aplikasi. Ia menilai bahwa pola usaha tradisional sudah tidak lagi cukup menghadapi dinamika pasar saat ini yang semakin kompetitif dan berbasis teknologi.
“UMKM kita punya potensi luar biasa, tetapi masih banyak yang belum memanfaatkan teknologi secara optimal. Padahal dengan menguasai teknologi, UMKM bisa menjangkau pasar lebih luas, meningkatkan efisiensi operasional, bahkan mendongkrak pendapatan,” ujar Siti.
Ia menekankan bahwa percepatan digitalisasi UMKM tidak hanya akan memperkuat ketahanan ekonomi lokal, tetapi juga membuka peluang lahirnya ekosistem ekonomi baru di Kalimantan Tengah. Oleh karena itu, ia mendorong adanya sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, sektor swasta, lembaga pendidikan, hingga komunitas digital.
Siti optimistis, dengan dukungan regulasi yang berpihak, pelatihan keterampilan digital yang tepat sasaran, dan kemauan kuat dari pelaku usaha, Kalimantan Tengah memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pertumbuhan UMKM digital di kawasan Indonesia Tengah.
“Jangan ragu untuk berubah. Jadikan teknologi sebagai alat utama untuk meningkatkan daya saing dan meraih kesuksesan. Kita tidak bisa menunggu—perubahan harus dimulai sekarang,” tegasnya.
Lebih lanjut, Siti menambahkan bahwa transformasi digital juga akan memberikan manfaat nyata bagi UMKM, seperti transparansi keuangan, pencatatan yang lebih akurat, dan kemudahan dalam mengakses pembiayaan dari perbankan atau lembaga keuangan.
Komisi II DPRD Kalteng, kata dia, akan terus mendorong kebijakan dan program yang mendukung pertumbuhan UMKM berbasis teknologi, sebagai bagian dari upaya mendorong ekonomi daerah yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.[Red]