Legislator DPRD Kalteng Mendorong Konektivitas Antarwilayah di Kabupaten Seruyan

Foto: Anggota Dapil II DPRD Provinsi Kalteng, Abdul Hafid. 

Palangka Raya, Newsinkalteng.co.id – Pembangunan Kabupaten Seruyan dinilai masih perlu diarahkan pada penguatan konektivitas antarwilayah, khususnya untuk membuka akses desa-desa yang hingga kini belum didukung infrastruktur jalan memadai.

Anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) dari Daerah Pemilihan II yang meliputi Kabupaten Kotawaringin Timur dan Seruyan, Abdul Hafid, mengatakan pemerataan pembangunan tidak akan optimal tanpa dukungan akses transportasi yang mampu menghubungkan kawasan pedalaman dengan pusat pemerintahan dan ekonomi.

Menurutnya, kondisi jalan memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas masyarakat, terutama dalam membawa hasil pertanian, perkebunan, maupun usaha lainnya menuju pusat pemasaran.

“Kalau akses jalan terbuka dan kondisinya baik, masyarakat akan lebih mudah menjalankan aktivitas ekonomi dan membawa hasil usahanya ke pusat pemasaran,” ujar Abdul Hafid, Jumat (7/8/2026).

Ia mengatakan, pembangunan jalan juga berkaitan erat dengan kemudahan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan dasar. Keterbatasan akses dapat menjadi kendala bagi warga desa dalam menjangkau fasilitas pendidikan, kesehatan, maupun pelayanan administrasi pemerintahan.

Hafid mengapresiasi berbagai perkembangan pembangunan yang telah berlangsung di Seruyan selama sekitar 24 tahun sejak daerah tersebut menjadi kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten Kotawaringin Timur.

Menurutnya, pembangunan yang dilakukan selama lebih dari dua dekade telah memberikan perubahan dan mulai dirasakan masyarakat. Namun, perkembangan tersebut tetap perlu dilanjutkan agar tidak menimbulkan kesenjangan antara kawasan yang sudah berkembang dengan wilayah yang masih tertinggal dari sisi infrastruktur.

“Pembangunan selama 24 tahun sudah mulai memberikan dampak kepada masyarakat, tetapi masih ada pekerjaan yang harus dilanjutkan, terutama membuka akses ke wilayah yang belum terhubung,” katanya.

Ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih besar terhadap desa-desa yang masih menghadapi keterbatasan akses jalan. Prioritas tersebut dinilai penting agar pembangunan tidak hanya terkonsentrasi di kawasan yang sudah memiliki infrastruktur relatif baik.

Selain memperlancar mobilitas, peningkatan konektivitas juga diyakini dapat membuka peluang baru bagi masyarakat untuk mengembangkan kegiatan ekonomi. Dengan akses yang lebih mudah, biaya dan waktu distribusi hasil usaha dapat ditekan sehingga memberikan manfaat lebih besar bagi pelaku usaha di desa.

Hafid menegaskan, pembangunan infrastruktur di wilayah pelosok perlu menjadi bagian dari upaya memperkecil kesenjangan antarwilayah di Kabupaten Seruyan.

“Jangan sampai masyarakat di pelosok tertinggal. Mereka juga harus mendapatkan akses yang layak agar peluang ekonomi dan pelayanan publik bisa dirasakan secara merata,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan konektivitas pada akhirnya bukan sekadar membangun jalan, melainkan membuka keterhubungan masyarakat dengan pusat ekonomi, pemerintahan, pendidikan, kesehatan, serta berbagai peluang yang dapat meningkatkan kesejahteraan. (red) 


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama