Dividen Bank Kalteng 2027 Ditargetkan 65 Persen, Setoran ke Kas Daerah Berpotensi Bertambah

Foto: Wakil Ketua III DPRD Provinsi Kalteng, Junaidi. 

Palangka Raya, Newsinkalteng.co.id – DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menyepakati peningkatan porsi dividen Bank Kalteng yang akan menjadi salah satu sumber pendapatan daerah dalam APBD Tahun Anggaran 2027.

Wakil Ketua III DPRD Kalteng, Junaidi, mengatakan berdasarkan hasil evaluasi dan koordinasi bersama Badan Anggaran (Banggar) serta manajemen Bank Kalteng, porsi dividen yang ditetapkan mencapai 65 persen.

Keputusan tersebut diambil setelah DPRD menilai kondisi perbankan milik daerah tersebut masih sehat dan memiliki struktur permodalan yang kuat. Dividen tersebut berasal dari pembagian hasil tahun buku 2026 yang akan dibahas pada awal 2027 dan selanjutnya masuk dalam APBD 2027.

"Alokasi dividen tahun 2026 yang akan dirapatkan pada awal 2027 dan masuk ke APBD 2027 ditetapkan sebesar 65 persen," ujar Junaidi, Selasa (18/8/2026).

Menurutnya, peningkatan porsi dividen tersebut berpotensi menambah pendapatan daerah sekitar Rp57 miliar dibandingkan usulan awal. Angka tersebut diperoleh setelah DPRD melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan koordinasi bersama pihak terkait.

Junaidi menjelaskan, penetapan 65 persen tersebut masih berada di bawah batas maksimal yang diperbolehkan berdasarkan ketentuan perundang-undangan, yakni hingga 80 persen.

Meski demikian, DPRD tidak ingin seluruh potensi keuntungan Bank Kalteng ditarik menjadi dividen. Sebagian laba tetap perlu dipertahankan untuk memperkuat kemampuan perusahaan dalam mengembangkan bisnis dan meningkatkan daya saing.

"Penetapan angka 65 persen ini masih berada di bawah batas maksimal ketentuan perundang-undangan sebesar 80 persen," katanya.

Ia mengatakan, keputusan tersebut juga mempertimbangkan kebutuhan Bank Kalteng untuk memperkuat modal, mengembangkan teknologi informasi (IT), serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Menurut Junaidi, keseimbangan antara kontribusi Bank Kalteng terhadap pendapatan daerah dan kebutuhan pengembangan perusahaan harus tetap dijaga. Dengan begitu, bank milik daerah tersebut dapat terus berkembang sekaligus memberikan manfaat yang lebih besar bagi pembangunan Kalteng.

"Kondisi modal dan kesehatan Bank Kalteng sangat baik. Karena itu, kita tetap memberikan ruang fiskal yang cukup agar pengembangan modal, teknologi informasi, dan kualitas SDM perusahaan dapat berjalan," pungkasnya. (red) 


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama