![]() |
| Foto: Suasana zoom meeting antara Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng, Muhammad Reza Prabowo dengan OSIS se- Kalteng. |
Palangka Raya, Newsinkalteng.co.id – Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah menyiapkan pembentukan forum perwakilan Ketua OSIS SMA dan SMK untuk membawa aspirasi pelajar ke tingkat nasional, termasuk terkait keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Rencana tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, dalam kegiatan Bincang OSIS SMA dan SMK se-Kalteng yang berlangsung secara virtual melalui Zoom, Kamis (6/8/2026).
Gagasan pembentukan forum itu muncul setelah Alviano, Ketua OSIS SMA Negeri 1 Permata Intan, Kabupaten Murung Raya, menceritakan manfaat program MBG bagi siswa di sekolahnya. Ia menyebut bantuan makanan tersebut sangat berarti bagi pelajar dari keluarga kurang mampu, terutama mereka yang tinggal jauh dari sekolah.
Alviano menjelaskan, sejumlah siswa harus menempuh perjalanan dari daerah seperti Tumbang Salio dan Tumbang Tohan untuk mengikuti kegiatan belajar. Sementara itu, uang saku yang mereka miliki kerap digunakan untuk membayar bahan bakar kendaraan maupun transportasi penyeberangan menggunakan feri atau getek.
Menanggapi hal tersebut, Reza berkomitmen membentuk forum perwakilan Ketua OSIS yang anggotanya akan melalui proses seleksi. Perwakilan terpilih direncanakan diberangkatkan ke Jakarta untuk menyampaikan langsung aspirasi pelajar Kalteng kepada pemerintah pusat mengenai pentingnya keberlanjutan MBG bagi siswa SMA dan SMK.
Selain membahas program MBG, pertemuan tersebut juga menjadi ruang bagi para Ketua OSIS untuk memahami peran mereka dalam memperjuangkan kepentingan siswa di lingkungan sekolah.
Reza meminta para Ketua OSIS berani menyampaikan persoalan yang dihadapi teman-temannya, terutama siswa yang mengalami kesulitan ekonomi hingga terkendala memenuhi Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP). Aspirasi tersebut dapat disampaikan kepada kepala sekolah agar kondisi siswa mendapat perhatian dan tidak menghambat hak mereka untuk memperoleh pendidikan.
Menurut Reza, pengalaman berorganisasi di sekolah merupakan kesempatan untuk membangun karakter kepemimpinan. Ia menilai, keberanian menyampaikan persoalan harus disertai empati dan kepedulian terhadap kondisi orang lain.
“Jajaran OSIS adalah latihan menjadi seorang pemimpin. Modal utama seorang pemimpin adalah rasa empati. Ketika melihat ada sesuatu yang tidak beres, jangan diam. Sampaikan dan perjuangkan kepentingan teman-teman kalian. Dari situlah bibit kepemimpinan dibentuk,” tegasnya.
Melalui forum tersebut, Dinas Pendidikan Kalteng berharap aspirasi pelajar dari berbagai daerah dapat tersampaikan secara lebih terarah, sekaligus memperkuat keterlibatan siswa dalam menyuarakan kebutuhan pendidikan di sekolah masing-masing. (red)
