![]() |
| Foto: Ketua Komisi IV DPRD Kalteng, Lohing Simon. |
Palangka Raya, Newsinkalteng.co.id – Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah meminta agar perbaikan gorong-gorong aramco yang ambruk di ruas Jalan Trans Kalimantan KM 11 jalur Kasongan–Kereng Pangi, Kabupaten Katingan, segera ditangani secara permanen guna menjamin kelancaran dan keselamatan pengguna jalan.
Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah, Lohing Simon, mengatakan kerusakan pada infrastruktur tersebut sempat mengakibatkan terputusnya akses lalu lintas di jalur utama penghubung antardaerah. Meski saat ini kendaraan sudah dapat melintas melalui penanganan darurat, menurutnya langkah permanen tetap harus menjadi prioritas.
"Kami dari DPRD mendorong agar perbaikan dilakukan secara permanen dan secepatnya, sehingga masyarakat dapat menggunakan jalan tersebut dengan aman dan nyaman," ujar Lohing, Senin (6/7/2026).
Ia menjelaskan bahwa Jalan Trans Kalimantan yang mengalami kerusakan merupakan jalan nasional sehingga kewenangan penanganannya berada di bawah pemerintah pusat melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional. Kendati demikian, DPRD Kalimantan Tengah tetap memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut melalui fungsi pengawasan yang dimiliki lembaga legislatif.
"Ruas jalan itu merupakan jalan nasional, sehingga yang memiliki kewenangan adalah pemerintah pusat. Sementara DPRD provinsi memiliki tugas mengawasi pembangunan sesuai kewenangan daerah. Namun, sebagai bagian dari fungsi pengawasan, kami tetap memberikan perhatian terhadap setiap pembangunan yang ada di Kalimantan Tengah, termasuk yang bukan menjadi kewenangan provinsi," katanya.
Menurut Lohing, pihaknya telah melakukan komunikasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional untuk memperoleh informasi terkait langkah penanganan yang dilakukan. Sebagai komisi yang membidangi pembangunan dan infrastruktur, Komisi IV DPRD Kalteng berkepentingan memastikan gangguan pada fasilitas publik dapat segera diatasi.
Ia menegaskan bahwa fokus utama saat ini bukan mencari penyebab kerusakan, melainkan memastikan akses transportasi masyarakat kembali berjalan normal dan tidak menimbulkan dampak berkepanjangan terhadap mobilitas maupun distribusi barang.
"Kami tidak ingin mencari siapa yang salah atau memperdebatkan penyebabnya, apakah karena faktor teknis atau merupakan musibah. Yang terpenting sekarang adalah bagaimana Balai Jalan segera menangani kerusakan tersebut agar aktivitas masyarakat kembali normal," tegasnya.
Lohing berharap perbaikan permanen dapat segera direalisasikan setelah penanganan darurat selesai sehingga kejadian serupa tidak kembali mengganggu arus transportasi di salah satu jalur strategis di Kalimantan Tengah. (red)
