Palangka Raya, Newsinkalteng.co.id – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Tengah, I Putu Murdiana memimpin rapat bersama seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Kota Palangka Raya terkait persiapan penampilan tarian dan hasil karya warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Bandara Tjilik Riwut, Selasa (19/5).
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Lapas Perempuan Palangka Raya dan dihadiri Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan, Suwarto beserta para Kepala UPT Pemasyarakatan se-Kota Palangka Raya. Pertemuan ini digelar guna mematangkan konsep pelaksanaan kegiatan yang akan menjadi wadah promosi hasil pembinaan warga binaan kepada masyarakat luas.
Program penampilan seni dan display karya WBP di Bandara Tjilik Riwut merupakan bentuk sinergi antara Kanwil Ditjenpas Kalimantan Tengah dengan pihak bandara dalam memperkenalkan berbagai hasil pembinaan di Lapas dan Rutan di wilayah Kalimantan Tengah. Selain menampilkan seni tari, kegiatan tersebut juga akan menghadirkan berbagai produk UMKM dan kerajinan tangan hasil karya warga binaan.
Dalam arahannya, I Putu Murdiana menyampaikan bahwa pihak bandara meminta kegiatan dilaksanakan sebanyak dua kali dalam seminggu pada waktu dengan tingkat kunjungan penumpang yang tinggi, yakni pada Seni dan Sabtu/Minggu. Menurutnya, momentum tersebut menjadi peluang strategis untuk memperkenalkan hasil pembinaan pemasyarakatan kepada masyarakat.
“Ini merupakan langkah positif untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa warga binaan juga memiliki kreativitas, keterampilan, dan hasil karya yang bernilai. Kita ingin program pembinaan yang berjalan di Lapas dan Rutan dapat diketahui secara luas melalui ruang publik seperti bandara,” ujar I Putu Murdiana.
Ia menjelaskan, pihak bandara telah menyiapkan area display di ruang tunggu penumpang untuk memamerkan hasil karya WBP. Produk-produk yang akan dipajang meliputi berbagai hasil UMKM dan handy craft yang selama ini diproduksi oleh warga binaan melalui program pembinaan kemandirian.
Selain dipamerkan, hasil karya tersebut juga direncanakan untuk dipasarkan langsung kepada para penumpang yang berada di area bandara. Dengan demikian, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana promosi, tetapi juga membuka peluang pemasaran produk warga binaan secara lebih luas.
“Pihak bandara memberikan dukungan yang sangat baik. Mereka menyiapkan tempat display dan panggung kecil untuk penampilan seni. Karena itu, setiap UPT yang memiliki kreasi seni maupun hasil karya unggulan agar segera menyampaikan paparannya, termasuk kebutuhan sarana dan prasarana yang diperlukan,” kata I Putu Murdiana.
Dalam rapat tersebut juga dibahas rencana finalisasi teknis bersama pihak Bandara Tjilik Riwut yang akan dilaksanakan di Kantor Wilayah pada hari berikutnya. Seluruh UPT diminta segera melakukan koordinasi terkait konsep penampilan, jenis karya yang akan dipamerkan, hingga teknis pelaksanaan di lapangan.
Kegiatan ini direncanakan berlangsung hingga bulan Oktober mendatang. Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan, pihak bandara juga akan memberikan dukungan transportasi dan konsumsi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), sehingga diharapkan pelaksanaan kegiatan dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Sinergi dan kolaborasi ini merupakan sebuah terobosan baru yang sangat baik antara Pemasyarakatan dan pihak bandara. Namun demikian, terkait mekanisme pembagian keuntungan dan kompensasi yang diminta pihak bandara, seluruh UPT harus memperhitungkan secara matang agar tidak menimbulkan kendala terhadap premi maupun pelaksanaan pembinaan ke depan,” tutup I Putu Murdiana.(Red)
Tags:
Polresta Palangkaraya


