![]() |
| Foto: Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery. |
Palangka Raya, Newsinkalteng.co.id — Anggota DPRD Kota Palangka Raya Khemal Nasery menilai sektor retribusi parkir memiliki potensi besar untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) apabila dikelola secara optimal dan transparan.
Menurutnya, salah satu langkah yang perlu segera dilakukan pemerintah kota melalui Dinas Perhubungan ialah menerapkan sistem pembayaran parkir non tunai di seluruh titik parkir potensial.
“Kepala Dinas Perhubungan perlu melakukan terobosan pembayaran parkir secara non tunai, baik menggunakan QRIS atau metode pembayaran digital lainnya,” kata Khemal, Jumat (8/5/2026).
Ia mengatakan penerapan pembayaran digital akan membantu memastikan seluruh retribusi parkir tercatat dengan baik dan masuk langsung ke kas daerah, sehingga potensi kebocoran pendapatan dapat ditekan.
Khemal menyebut kondisi fiskal daerah saat ini menuntut pemerintah lebih kreatif menggali sumber-sumber PAD baru tanpa membebani masyarakat.
Ia pun optimistis sektor parkir dapat menjadi salah satu sumber pendapatan yang cukup menjanjikan apabila dikelola secara modern dan profesional.
“Sekarang penjual cilok saja sudah menerapkan pembayaran digital, masa pembayaran parkir tidak bisa dilakukan,” ujarnya.
Selain meningkatkan PAD, sistem pembayaran digital juga dinilai dapat memperbaiki tata kelola parkir serta memberikan kepastian tarif bagi masyarakat pengguna jasa parkir di Kota Palangka Raya. (red)
