Ketahanan Pangan dari Balik Jeruji, Kakanwil Ditjenpas Kalteng Panen Jagung dan Pepaya Melimpah di Lapas Palangka Raya






Palangka Raya, Newsinkalteng.co.id – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Tengah, I Putu Murdiana menghadiri kegiatan panen hasil pembinaan kemandirian warga binaan di Lapas Kelas IIA Palangka Raya, Jumat (22/5).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan melalui pemberdayaan warga binaan secara produktif dan berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, dilakukan panen jagung pakan yang ditanam pada lahan seluas 700 meter persegi dengan hasil panen diperkirakan mencapai 200 kilogram. Selain itu, turut dipanen tanaman pepaya dari lahan seluas 1.600 meter persegi dengan estimasi hasil panen sekitar 300 kilogram.

Kegiatan panen dipimpin langsung oleh Kakanwil Ditjenpas Kalteng yang didampingi Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan, Suwarto serta Kepala Lapas Kelas IIA Palangka Raya, Hisam Wibowo. Ketiganya juga meninjau area budidaya lain berupa tanaman melon dan kacang tanah yang tengah dikembangkan oleh warga binaan.

Tidak hanya melakukan panen, rombongan juga melaksanakan penebaran sebanyak 500 bibit ikan lele ke dalam kolam budidaya yang berada di lingkungan lapas. Program tersebut diharapkan dapat menjadi sarana pembinaan keterampilan sekaligus mendukung kebutuhan pangan di dalam lapas.


Dalam sambutannya, I Putu Murdiana menyampaikan bahwa program pembinaan berbasis pertanian dan perikanan merupakan langkah positif yang harus terus dikembangkan. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan aktivitas produktif bagi warga binaan, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi ketahanan pangan.

“Pepaya yang dipanen ini nantinya dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan bagi warga binaan. Kegiatan seperti ini harus berjalan secara berkesinambungan dan terus menerus sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan,” ujar I Putu Murdiana.

Ia juga menegaskan bahwa pembinaan kerja yang dilaksanakan di Lapas Kelas IIA Palangka Raya menjadi contoh positif dalam membangun kemandirian warga binaan. Menurutnya, keterampilan yang diperoleh selama menjalani masa pidana dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat.

“Ini adalah satu hal yang positif terkait kegiatan kerja warga binaan. Selain memberikan manfaat pembinaan, program ini juga memiliki dampak baik terhadap ketahanan pangan yang dilaksanakan oleh Lapas Kelas IIA Palangka Raya,” katanya.


Lebih lanjut, Kakanwil menilai keberhasilan program tersebut menunjukkan komitmen jajaran pemasyarakatan dalam menciptakan pembinaan yang produktif, humanis, dan berdampak langsung. Ia berharap seluruh Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan di Kalimantan Tengah dapat terus berinovasi mengembangkan program serupa.

“Pembinaan tidak hanya berbicara soal pembentukan perilaku, tetapi juga bagaimana warga binaan memiliki keterampilan dan produktivitas. Ketika mereka kembali ke masyarakat, mereka sudah memiliki kemampuan yang bermanfaat untuk kehidupan yang lebih baik,” tegasnya.

Usai mengikuti kegiatan panen dan peninjauan area pembinaan, Kakanwil Ditjenpas Kalteng juga menghadiri acara pisah sambut pejabat eselon IV dan V di lingkungan Lapas Kelas IIA Palangka Raya.(Red)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama