Berikan Penguatan, Kakanwil Ditjenpas Kalteng Tegaskan Perubahan Mindset Jadi Kunci Sukses Zona Integritas





Palangka Raya, Newsinkalteng.co.id – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Tengah menggelar kegiatan Penguatan Pembangunan Zona Integritas (ZI) sebagai upaya memperkuat komitmen menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Kamis (7/5).

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara terpusat di Aula Tjilik Riwut Kanwil Ditjenpas Kalteng dan diikuti oleh seluruh Pejabat Administrator dan masing-masing Tim Kelompok Kerja (Pokja) di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Tengah. Sementara itu, secara daring kegiatan turut diikuti oleh seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan beserta Tim Pokja pada masing-masing UPT se-Kalimantan Tengah.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Tengah, I Putu Murdiana, membuka kegiatan secara langsung sekaligus memberikan arahan terkait strategi penguatan pembangunan Zona Integritas di seluruh satuan kerja.


Dalam arahannya, I Putu Murdiana menegaskan bahwa Kantor Wilayah memiliki mandat untuk terus melakukan penguatan, pembimbingan, dan evaluasi terhadap progres pembangunan Zona Integritas pada seluruh Unit Pelaksana Teknis di Kalimantan Tengah.

“Kami di Kantor Wilayah mendapatkan mandat untuk terus melaksanakan penguatan, pembimbingan, dan evaluasi terkait progres pembangunan Zona Integritas pada seluruh Unit Pelaksana Teknis. Ini harus menjadi perhatian serius bagi seluruh jajaran,” tegas I Putu Murdiana.

Ia juga menekankan bahwa pembangunan Zona Integritas tidak hanya berfokus pada pemenuhan data dukung administrasi semata, namun harus diiringi dengan perubahan pola pikir dan budaya kerja seluruh pegawai agar tercipta peningkatan kualitas kinerja dan pelayanan publik yang nyata.

“Terkait pembangunan ZI, perubahan mindset tentunya sangat berpengaruh terhadap budaya kerja. Dari perubahan budaya kerja tersebut akan berdampak pada perubahan kinerja yang lebih baik, profesional, dan berintegritas,” ujarnya.

Selain itu, Kakanwil meminta seluruh satuan kerja untuk terus menghadirkan inovasi pelayanan yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Menurutnya, inovasi dapat diwujudkan baik melalui pemanfaatan aplikasi pelayanan berbasis digital maupun pelayanan langsung yang efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Kaitannya dengan inovasi, saya harap setiap satker dapat membuat inovasi yang benar-benar menyentuh masyarakat. Baik melalui aplikasi maupun pelayanan langsung, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat,” tambahnya.


Dalam kesempatan tersebut, I Putu Murdiana juga mengingatkan kesiapan satuan kerja yang akan menghadapi desk evaluasi pembangunan Zona Integritas pada 12 Mei 2026 mendatang. Ia meminta seluruh jajaran mempersiapkan data dukung, sarana prasarana, hingga simulasi pemaparan secara matang agar pelaksanaan evaluasi berjalan optimal.

Ia juga menginstruksikan kepada para Kepala Satuan Kerja untuk rutin melaksanakan simulasi pemaparan sesuai batas waktu yang telah ditentukan serta memastikan seluruh pegawai memahami substansi pembangunan Zona Integritas secara menyeluruh. Menurutnya, pemahaman yang baik dari seluruh jajaran menjadi kunci keberhasilan meraih predikat WBK dan WBBM.

Di akhir arahannya, Kakanwil mengingatkan seluruh satuan kerja agar menjaga integritas dan menghindari berbagai pelanggaran yang dapat menjadi perhatian publik maupun mencoreng citra institusi.

"Saya berharap satuan kerja yang terpilih mampu lolos hingga tahap Tim Penilai Nasional (TPN) dan meraih predikat WBK maupun WBBM. Untuk satker lainnya, agar tetap berproses karena karena pelaksanaan WBK dan WBBM adalah menjadi satu keharusan," pungkasnya. (Red)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama