Palangka Raya, Newsinkalteng.co.id – Pemerataan pembangunan hingga ke tingkat desa menjadi perhatian serius DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng). Anggota Komisi I DPRD Kalteng, Purdiono, menegaskan bahwa arah kebijakan pembangunan daerah harus benar-benar menyentuh masyarakat akar rumput, terutama mereka yang masih tertinggal dari sisi infrastruktur maupun pelayanan dasar.
“Pembangunan tidak boleh hanya berpusat di kota. Pemerataan ke desa-desa sangat penting karena di sanalah masyarakat kita yang paling membutuhkan sentuhan program pembangunan,” ujar Purdiono, Jum'at (25/7/2025).
Ia menjelaskan, program pembangunan yang dirancang Gubernur Kalteng akan mulai dilaksanakan pada tahun 2026. DPRD menyepakati arah kebijakan tersebut, dengan catatan pelaksanaannya tepat sasaran serta memperhatikan kemampuan fiskal daerah.
Menurutnya, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalteng masih mengacu pada proyeksi jangka menengah yang bersifat dinamis dan bisa berubah sesuai kondisi. “Semua program tentu harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Proyeksi yang kita tetapkan saat ini adalah target, dan bisa saja berubah ke depannya,” jelasnya.
Terkait pendanaan, Purdiono menekankan pentingnya inovasi dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Selain mengoptimalkan sumber yang sudah ada, pemerintah daerah perlu membuka peluang baru agar PAD terus tumbuh.
“Intensifikasi dan ekstensifikasi PAD harus menjadi prioritas. Kita harus kreatif membuka sumber baru. Kami yakin Kalteng bisa lebih maju jika PAD meningkat signifikan,” tegasnya.
DPRD juga memastikan akan menjalankan fungsi pengawasan secara aktif terhadap pelaksanaan program-program pemerintah. “Pengawasan bukan hanya di atas kertas, tetapi dilakukan langsung di lapangan. Jika ada kendala, akan kami sampaikan ke pemerintah agar bisa dicarikan solusi bersama,” pungkasnya.[Red]
