Bali, Newsinkalteng.co.id – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Tengah, I Putu Murdiana, menghadiri kegiatan World Congress on Probation and Parole ke-7 yang digelar di The Westin Nusa Dua Resort, Selasa (14/4).
Kegiatan berskala internasional ini diikuti oleh 435 peserta dari 44 negara, serta dihadiri oleh seluruh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan se-Indonesia serta Kepala Balai Pemasyarakatan.
World Congress on Probation and Parole (WCPP) yang diselenggarakan setiap 2 tahun sekali ini merupakan forum internasional yang menjadi wadah pertemuan dan diskusi global bagi para pemangku kepentingan di bidang pemasyarakatan. Kegiatan ini mempertemukan praktisi, akademisi, serta para ahli di bidang pemasyarakatan dari berbagai negara untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktik terbaik.
Pada hari pertama, rangkaian kegiatan diawali dengan opening ceremony yang berlangsung meriah melalui penampilan seni tari dan musik yang dibawakan oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Penampilan tersebut menjadi simbol keberhasilan pembinaan yang berorientasi pada pengembangan potensi dan kreativitas warga binaan.
Secara keseluruhan, sebanyak 261 WBP terlibat aktif dalam menyukseskan kegiatan, mulai dari pengisi acara seni, tim musik, hingga dekorasi.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto yang menegaskan pentingnya transformasi sistem pemasyarakatan menuju pendekatan yang lebih humanis.
Dalam sambutannya, Agus Andrianto menyampaikan bahwa paradigma pemasyarakatan saat ini telah mengalami pergeseran signifikan.
“Kegiatan ini menggambarkan adanya transisi dari pendekatan retributif menuju restoratif, korektif, dan rehabilitatif, yang tidak lagi hanya berfokus pada pidana pemenjaraan semata,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa tujuan utama dari sistem tersebut adalah menciptakan keamanan masyarakat secara berkelanjutan.
“Tujuan akhirnya adalah mewujudkan masyarakat yang aman melalui upaya memutus mata rantai residivisme secara efektif,” tegas Agus Andrianto.
Lebih lanjut, Agus Andrianto berharap hasil dari kongres ini dapat memberikan dampak nyata bagi pengembangan kebijakan pemasyarakatan di berbagai negara.
Sementara itu, I Putu Murdiana menyampaikan bahwa keikutsertaan jajaran pemasyarakatan Indonesia dalam forum internasional ini merupakan momentum penting untuk meningkatkan kualitas layanan dan pembinaan.
“Partisipasi dalam WCPP ke-7 ini menjadi sarana strategis untuk bertukar pengetahuan dan pengalaman dengan negara lain dalam pengelolaan sistem pemasyarakatan,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan komitmen jajarannya untuk terus mengimplementasikan hasil-hasil kongres ke dalam praktik kerja di wilayah.
“Kami siap mengadopsi inovasi dan praktik terbaik yang diperoleh dari forum ini guna meningkatkan kualitas pembinaan serta pelayanan pemasyarakatan di Kalimantan Tengah,” lanjut I Putu Murdiana.
Selain pembukaan, hari pertama kegiatan juga diisi dengan keynote speech dari Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi dan Pemasyatakatan, Yusril Ihza Mahendra yang memperkuat arah kebijakan pemasyarakatan Indonesia dalam perspektif hukum dan hak asasi manusia di tingkat global.(Red)
Tags:
Polresta Palangkaraya
