Palangka Raya, Newsinkalteng.co.id – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Tengah, Hensah, membuka kegiatan Pelatihan Pemasaran Hasil Karya Warga Binaan melalui Platform Digital bagi petugas dan warga binaan di Aula Lapas Perempuan Kelas IIA Palangka Raya, Selasa (20/10).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 20–21 Oktober 2026, ini diikuti petugas dan warga binaan dari Lapas Perempuan Kelas IIA Palangka Raya dan Lapas Kelas IIA Palangka Raya. Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan pemasaran produk hasil karya warga binaan agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Pelatihan menghadirkan narasumber dari Dinas Koperasi dan UMKM serta influencer di Kota Palangka Raya. Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai strategi pemasaran digital yang dapat diterapkan untuk meningkatkan daya saing dan nilai jual produk hasil pembinaan.
Materi yang diberikan meliputi pemahaman standar produk, penguatan branding dan desain, serta teknik pemasaran melalui media sosial. Pembekalan ini diharapkan membantu peserta memahami pentingnya kualitas produk, identitas merek, dan promosi yang menarik bagi calon konsumen.
Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Kalimantan Tengah, Hensah, menyampaikan bahwa pemasaran digital menjadi salah satu langkah strategis untuk memperluas jangkauan pemasaran hasil karya warga binaan. Menurutnya, produk yang berkualitas perlu didukung kemampuan promosi dan strategi pemasaran yang tepat agar dapat bersaing di pasar.
“Warga binaan perlu dibekali keterampilan yang sesuai dengan perkembangan zaman. Melalui pemasaran digital, hasil karya mereka diharapkan dapat dikenal lebih luas, memiliki nilai jual, dan menjadi bekal untuk membangun kemandirian setelah kembali ke masyarakat,” ujar Hensah.
Ia juga menekankan pentingnya peran petugas dalam mendukung pengembangan produk warga binaan, mulai dari peningkatan kualitas hingga pemanfaatan platform digital sebagai sarana promosi. Dengan demikian, program pembinaan tidak hanya berfokus pada keterampilan produksi, tetapi juga kemampuan memasarkan hasil karya secara efektif.
Kolaborasi dengan Dinas Koperasi dan UMKM serta pelaku kreatif diharapkan memberikan wawasan praktis bagi petugas dan warga binaan dalam mengembangkan produk yang memiliki daya saing.
“Harapan kami, pelatihan ini tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan. Produk warga binaan harus terus dikembangkan, dipromosikan, dan diberikan kesempatan untuk memasuki pasar yang lebih luas,” tambah Hensah.
Melalui kegiatan ini, Hensah mengatakan pihaknya akan terus mendorong pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana memperkuat pembinaan kemandirian. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemasaran hasil karya warga binaan sekaligus mendukung kesiapan mereka untuk berdaya, mandiri, dan produktif saat kembali ke tengah masyarakat.(Red)
Tags:
Lapas/Rutan Kalteng
