![]() |
| Foto: Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalteng, Yetro Midel Yoseph. |
Palangka Raya, Newsinkalteng.co.id — Infrastruktur dasar masih menjadi kebutuhan utama masyarakat yang tinggal di wilayah pelosok Kabupaten Barito Selatan (Barsel). Aspirasi tersebut disampaikan warga kepada Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah, Yetro M. Yoseph, saat melaksanakan reses di sejumlah desa di wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) IV Kalteng.
Yetro mengatakan, masyarakat di desa-desa terpencil sebenarnya tidak banyak mengeluhkan fasilitas sosial dan keagamaan. Saat dirinya berkunjung dan bermalam di sejumlah desa, termasuk Desa Rewen Batuah, fasilitas seperti tempat ibadah dinilai sudah cukup memadai.
“Saat berkunjung dan bermalam di desa-desa pelosok seperti Desa Rewen Batuah, kebutuhan masyarakat seperti fasilitas ibadah dan sosial di sana rata-rata sudah memadai,” ujar Yetro saat diwawancarai awak media, Senin (7/9/2026).
Menurutnya, aspirasi masyarakat saat ini lebih banyak mengarah pada pembangunan infrastruktur yang menunjang aktivitas sehari-hari. Empat kebutuhan yang paling sering disampaikan yakni peningkatan akses jalan, pembangunan jembatan, penyediaan jaringan listrik serta air bersih untuk kebutuhan minum.
“Jadi inti yang disampaikan itu terkait selalu dengan infrastruktur meliputi jalan, jembatan, listrik, dan air minum. Yang lain-lain itu jarang disampaikan,” ujar Yetro.
Ia menilai keempat sektor tersebut merupakan kebutuhan dasar yang sangat menentukan aksesibilitas dan kualitas hidup masyarakat di wilayah pedesaan dan pelosok.
“Kalau sudah terpenuhi (empat kebutuhan itu), kayaknya mereka enggak terlalu ribet dengan apa-apa lagi. Masjid sudah ada, gereja sudah ada, hampir enggak ada keluhan soal itu,” tambahnya.
Karena itu, Yetro mendorong pemerintah daerah menjadikan pemenuhan infrastruktur dasar sebagai salah satu prioritas pembangunan di wilayah pelosok. Menurutnya, ketersediaan jalan, jembatan, listrik dan air bersih akan memberikan dampak langsung terhadap mobilitas serta aktivitas masyarakat.
Ia berharap pengalokasian anggaran ke depan dapat lebih diarahkan pada kebutuhan infrastruktur yang masih menjadi kendala utama masyarakat pedesaan, khususnya di wilayah yang sulit dijangkau. (red)
