![]() |
| Foto: Wakil Ketua II DPRD Provinsi Kalteng, Muhammad Ansyari. |
Palangka Raya, Newsinkalteng.co.id — Persoalan ketersediaan air bersih menjadi salah satu aspirasi paling mendesak yang ditemukan Wakil Ketua II DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Muhammad Ansyari, saat melaksanakan reses di Kabupaten Murung Raya.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena masyarakat tengah menghadapi puncak musim kemarau. Sejumlah desa membutuhkan dukungan sarana air bersih, terutama sumur bor dan pompa, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus menunjang pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Kalau terkait kendala di masyarakat saat ini, paling banyak hampir semua titik mengalami kesulitan air bersih. Kesulitan air bersih dan yang meminta bantuan terkait Masyarakat Peduli Api (MPA) itu pompa dan sumur bor. Ini yang sifatnya urgensi,” ujar Ansyari, Selasa (8/9/2026).
Politikus Dapil IV yang meliputi Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, dan Barito Timur tersebut mengatakan, reses kali ini banyak dilakukan di Murung Raya dan sebagian wilayah Barito Utara. Selain menyerap aspirasi, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk menyampaikan informasi mengenai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Menurut Ansyari, persoalan air bersih membutuhkan penanganan dengan dua pendekatan, yakni solusi cepat untuk memenuhi kebutuhan warga dan pembangunan infrastruktur sebagai langkah jangka panjang.
Untuk kebutuhan mendesak, distribusi air bersih dinilai menjadi pilihan paling cepat. Sementara pengadaan sumur bor dan mesin pompa membutuhkan proses pengusulan hingga pengerjaan yang tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat.
“Kita sampaikan ke masyarakat bahwa sekarang berada di tengah puncak musim kemarau. Respons yang paling cepat bisa dilakukan adalah memberikan bantuan air bersih. Kalau proses permintaan sumur bor itu ada mekanisme yang harus dilalui, mulai dari usulan, proses di dinas hingga pengerjaan yang membutuhkan waktu,” katanya.
Ia mengatakan DPRD Kalteng terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalteng agar bantuan air bersih dapat segera menjangkau wilayah yang mengalami kekeringan. Menurutnya, langkah tersebut penting dilakukan sembari menunggu proses pembangunan sarana air bersih permanen.
Ansyari menyebut Gubernur Kalteng sebelumnya juga telah mendorong penyaluran air bersih melalui PDAM ke sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan, termasuk Murung Raya dan Barito Timur.
“Yang bisa cepat kami lakukan adalah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi. Pak Gubernur kemarin di beberapa titik mengirimkan distribusi air bersih dari PDAM beberapa kabupaten, salah satunya di Barito Timur dan Murung Raya,” lanjutnya.
Ia mengungkapkan, setiap tangki bantuan air bersih yang disalurkan memiliki kapasitas sekitar 5.000 liter. Bantuan tersebut pada tahap awal telah menjangkau sejumlah desa di Barito Timur yang mengalami kesulitan air akibat kemarau.
Namun, Ansyari menilai kebutuhan jangka panjang tetap harus menjadi perhatian. Penyediaan sumur bor dan mesin pompa bagi Masyarakat Peduli Api (MPA) diperlukan agar masyarakat memiliki sumber air yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
“Yang sulit ini untuk jangka panjang karena terkait penyediaan air bersih melalui sumur bor dan juga mesin pompa untuk Masyarakat Peduli Api. Itu yang masih perlu proses dan penanganan lebih lanjut,” tuturnya.
Ansyari berharap koordinasi antara DPRD, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan masyarakat dapat diperkuat sehingga persoalan kekeringan tidak hanya ditangani secara sementara, tetapi juga melalui penyediaan infrastruktur yang mampu memenuhi kebutuhan air bersih sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi karhutla. (red)
