![]() |
| Foto: Suasana Bincang Media persiapan Pesona Tambun Bungai BI Kalteng. |
Palangka Raya, Newsinkalteng.co.id — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama Bank Indonesia terus memperkuat upaya pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui penyelenggaraan Pesona Tambun Bungai 2026. Persiapan kegiatan tersebut dibahas dalam Bincang Media Pesona Tambun Bungai yang digelar di Executive Lounge Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Kamis (21/5/2026).
Dalam kegiatan itu, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Linae Victoria Aden yang diwakili Kepala Bidang Pengelolaan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik Provinsi Kalimantan Tengah, Edi Juardi, menegaskan pentingnya sinergi berbagai pihak dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.
“Sinergi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan menjadi faktor utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan, sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Edi, tema Pesona Tambun Bungai 2026, yakni “Sinergi dan Kolaborasi dalam Mewujudkan Pertumbuhan Ekonomi Daerah yang Inklusif”, sejalan dengan arah pembangunan nasional maupun daerah. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga terus mendorong penguatan UMKM melalui digitalisasi, perluasan akses pasar, peningkatan pembiayaan, dan promosi produk lokal.
“Pertumbuhan ekonomi daerah harus meningkat secara makro dan dirasakan merata oleh seluruh masyarakat. Pertumbuhan ekonomi yang kuat memerlukan kolaborasi pemerintah, media, masyarakat, dan pelaku usaha,” katanya.
Ia menambahkan, media memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah melalui penyebaran informasi yang akurat, promosi potensi lokal, serta edukasi kepada masyarakat terkait ekonomi digital dan inovasi.
“Komunikasi publik dan media berperan strategis dalam menyebarluaskan informasi pembangunan, mempromosikan potensi daerah, serta mengedukasi masyarakat terkait ekonomi digital dan inovasi. Media juga penting dalam membangun optimisme publik dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pembangunan daerah,” tegas Edi.
Lebih lanjut, Edi menekankan bahwa pembangunan ekonomi yang kuat memerlukan pendekatan kolaboratif melalui konsep pentahelix yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media.
“Pembangunan ekonomi yang kokoh tidak bisa dilakukan sendiri oleh Pemerintah Daerah. Diperlukan pentahelix collaboration, dimana peran Bank Indonesia sebagai mitra makroekonomi dan rekan-rekan media sebagai penyebar informasi positif sangatlah krusial,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah Yuliansah Andrias menjelaskan bahwa Pesona Tambun Bungai merupakan agenda tahunan yang telah berlangsung sejak 2022 dan tahun ini memasuki penyelenggaraan keempat.
“Pesona Tambun Bungai menjadi wadah untuk mendekatkan UMKM kepada masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi daerah melalui promosi produk lokal, perluasan pasar, dan peningkatan daya saing pelaku usaha,” ungkap Yuliansah.
Ia menyampaikan, Pesona Tambun Bungai 2026 akan digelar pada 29 hingga 31 Mei 2026 di Atrium Duta Mall Palangka Raya dengan mengusung konsep Exhibition, Education, dan Empowerment. Selain pameran produk UMKM, kegiatan tersebut juga akan menghadirkan edukasi literasi keuangan, digitalisasi pembayaran, kompetisi barista, invitasi basket, serta promosi wastra dan produk kreatif lokal.
“Kami ingin UMKM Kalimantan Tengah terus berkembang melalui peningkatan kualitas produk, penguatan daya saing, dan perluasan akses pasar. Dengan dukungan promosi, edukasi, dan kolaborasi berbagai pihak, kami berharap produk lokal mampu dikenal lebih luas dan menembus pasar nasional hingga ekspor,” pungkasnya. (red)
