Pemprov Kalteng Siapkan Peta Pengembangan Kompetensi ASN Lima Tahun ke Depan

Foto: Suasana pembukaan Workshop Penyusunan Profil Kebutuhan Pengembangan Kompetensi Provinsi Kalteng. (MMC Kalteng) 

Palangka Raya, Newsinkalteng.co.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mulai menyusun arah pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk periode 2026–2030 melalui Workshop Penyusunan Profil Kebutuhan Pengembangan Kompetensi yang digelar di Aula Sei Kapuas BPSDM Provinsi Kalimantan Tengah, Senin (11/5/2026).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Kalimantan Tengah, Sunarti, yang hadir mewakili Gubernur Kalimantan Tengah. Workshop merupakan hasil kolaborasi antara BPSDM Provinsi Kalimantan Tengah dan Balai Besar Pengembangan Kompetensi Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri 2 BPSDM Kementerian Dalam Negeri.

Dalam sambutan tertulis Gubernur yang dibacakannya, Sunarti menegaskan bahwa peningkatan kompetensi ASN menjadi kebutuhan penting bagi birokrasi modern yang dihadapkan pada perkembangan teknologi, perubahan kebijakan, serta tuntutan pelayanan publik yang semakin tinggi.

“Tantangan birokrasi ke depan menuntut ASN yang adaptif, profesional, inovatif, serta mampu memberikan pelayanan publik yang cepat, tepat, dan berkualitas,” ujarnya.

Menurutnya, pengembangan kompetensi aparatur harus dirancang secara matang dan berkesinambungan agar mampu mendukung pelaksanaan program pembangunan daerah maupun nasional. Untuk itu, penyusunan Rencana Pengembangan Kompetensi Jangka Menengah Daerah (RPKJMD) ASN Tahun 2026–2030 menjadi langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya aparatur yang berkualitas.

Ia menekankan bahwa dokumen tersebut harus mampu menjawab kebutuhan organisasi pemerintahan yang terus berkembang, termasuk menyesuaikan dengan perubahan teknologi dan sistem kerja birokrasi.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus mendorong transformasi birokrasi menuju birokrasi yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pelayanan, di mana salah satu fondasi utamanya adalah peningkatan kualitas sumber daya aparatur,” katanya.

Melalui workshop ini, pemerintah berharap dapat memperoleh pemetaan kebutuhan kompetensi ASN yang lebih akurat sehingga program pengembangan aparatur dapat disusun sesuai kebutuhan organisasi dan jabatan. Selain itu, hasil kegiatan juga diharapkan mendukung penerapan manajemen talenta serta penguatan konsep Corporate University di lingkungan Pemprov Kalteng.

Sementara itu, Plh. Kepala BPSDM Provinsi Kalimantan Tengah Ida Suharti Ningsih menjelaskan bahwa workshop yang berlangsung selama tiga hari tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem pengembangan kompetensi ASN secara terstruktur dan berkelanjutan.

Ia menyebutkan, kegiatan ini dirancang untuk menyamakan pemahaman seluruh perangkat daerah terkait penyusunan RPKJMD ASN sekaligus menyusun arah kebijakan pengembangan kompetensi yang sejalan dengan kebutuhan pembangunan daerah.

“Narasumber dan fasilitator kegiatan berasal dari Balai Besar Pengembangan Kompetensi Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri 2 BPSDM Kementerian Dalam Negeri,” ungkapnya.

Menurut Ida, hasil yang diharapkan dari workshop ini mencakup tersusunnya peta kebutuhan kompetensi ASN secara sistematis, meningkatnya sinergi antar perangkat daerah, serta lahirnya strategi pengembangan aparatur yang mampu mendukung reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. (red) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama