Palangka Raya, Newsinkalteng.co.id - Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Tengah menggelar apel siaga pengamanan, Senin (25/5). Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kesiapsiagaan jajaran pemasyarakatan dalam menghadapi momentum hari raya dan masa libur panjang.
Bertempat di Aula Tjilik Riwut, apel siaga dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Tengah, I Putu Murdiana. Kegiatan diikuti oleh Pejabat Administrator dan pegawai Kantor Wilayah, serta diikuti secara virtual oleh seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan se-Kalimantan Tengah beserta jajaran.
Dalam arahannya, I Putu Murdiana menegaskan pentingnya menyatukan pandangan dan visi seluruh jajaran dalam menjalankan tugas sesuai standar operasional prosedur (SOP). Menurutnya, apel siaga ini menjadi momentum untuk memperkuat kembali komitmen pengamanan dan pelayanan di seluruh UPT Pemasyarakatan.
“Apel siaga ini merupakan bentuk kesiapsiagaan dan komitmen bersama seluruh jajaran Pemasyarakatan di Kalimantan Tengah menjelang Hari Raya Idul Adha dan masa libur panjang. Saya minta seluruh jajaran kembali menyatukan pandangan, visi, dan fungsi sesuai SOP yang berlaku,” tegas I Putu Murdiana.
Ia juga menekankan agar seluruh layanan kepada masyarakat dan warga binaan tetap berjalan optimal selama periode libur panjang. Pelayanan kunjungan, pemenuhan hak dasar warga binaan, hingga pengamanan harus tetap dilaksanakan sesuai tugas dan fungsi masing-masing.
“Bagi seluruh UPT, saya berharap layanan tetap berjalan sebagaimana mestinya, baik layanan kunjungan maupun pemenuhan hak dasar lainnya yang menjadi tugas dan fungsi kita. Jangan sampai momentum libur panjang mengurangi kualitas pelayanan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kakanwil mengingatkan bahwa momen hari raya biasanya dibarengi dengan meningkatnya aktivitas di dalam maupun luar lapas dan rutan. Karena itu, seluruh jajaran diminta meningkatkan kewaspadaan serta melakukan langkah-langkah strategis, terutama terkait penguatan personel pengamanan.
Ia meminta Balai Pemasyarakatan turut melakukan dukungan pengamanan dengan menugaskan personel untuk membantu siaga di lapas dan rutan. Menurutnya, mitigasi risiko harus dilakukan secara cermat demi menjaga keamanan lingkungan pemasyarakatan.
“Dalam pelaksanaan tugas harus ada mitigasi risiko dan SOP adalah harga mati dan tidak bisa dikesampingkan. Serangan dari luar harus kita antisipasi, tetapi potensi gangguan dari dalam juga wajib diperhatikan,” katanya.
Selain itu, I Putu Murdiana menyoroti pentingnya penguatan pengawasan dan penggeledahan di seluruh UPT. Ia meminta petugas memperketat razia barang terlarang, khususnya telepon genggam, guna mewujudkan komitmen zero handphone di lingkungan pemasyarakatan.
Menurutnya, seluruh petugas harus memahami tugas dan fungsi masing-masing serta menjalankan prosedur keamanan, pelayanan, pengawasan, dan kontrol secara disiplin dan konsisten. Ia juga mengingatkan agar tidak ada lagi petugas yang bersikap santai dan mengabaikan potensi gangguan keamanan.
Di akhir arahannya, Kakanwil turut meminta seluruh Kepala UPT mendata para purnabakti di wilayah masing-masing untuk pembentukan kepengurusan Persatuan Purnabakti Pemasyarakatan Indonesia (P3I).
"Saya berharap seluruh jajaran terus menjaga soliditas, disiplin, profesionalisme, dan integritas dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara," pungkasnya.(Red)
Tags:
Lapas/Rutan Kalteng


