![]() |
| Foto: Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng, Muhammad Reza Prabowo berbicara dengan Siswa SMAN 2 Kuala Kapuas kelas XII-C, Sylvia Agustina Pratiwi. (Istimewa) |
Kuala Kapuas, Newsinkalteng.co.id — Keluhan siswa terkait ketidaksesuaian data kesejahteraan dalam pengajuan KIP Kuliah mendorong perhatian Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah saat melakukan kunjungan ke SMAN 2 Kuala Kapuas.
Siswi kelas XII-C, Sylvia Agustina Pratiwi, mengungkapkan bahwa dirinya belum masuk kategori prioritas penerima bantuan meski berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Ia menyebut orang tuanya bekerja sebagai penjual jamu dan telah berupaya mengurus persyaratan sejak awal kelas XII.
“Saya dari keluarga sederhana, orang tua berjualan jamu. Saya sudah mencoba mengurus dari awal kelas XII, tapi masih masuk desil 6 sampai 10. Padahal kondisi kami sebenarnya berharap bisa masuk desil 1 sampai 5,” katanya.
Ia menilai hasil pendataan yang dilakukan belum sepenuhnya mencerminkan kondisi riil keluarganya. Padahal, klasifikasi desil menjadi faktor utama dalam menentukan kelayakan penerima bantuan pendidikan seperti KIP Kuliah.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, menyatakan bahwa pihaknya akan mendorong evaluasi dan perbaikan data agar bantuan dapat tepat sasaran.
“Supaya nanti saat kuliah bisa mendapatkan keringanan melalui KIP Kuliah, kita dorong agar bisa masuk desil 1 sampai 5. Adik ini merupakan salah satu potret dari banyak siswa lain yang mungkin memiliki kondisi serupa,” ujarnya.
Ia menegaskan pentingnya koordinasi dengan Badan Pusat Statistik dan Dinas Sosial untuk memastikan validitas data kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu.
Langkah evaluasi ini diharapkan mampu meningkatkan akurasi data terpadu sehingga penyaluran bantuan pendidikan dapat lebih adil dan menjangkau siswa yang benar-benar membutuhkan. (red)
