Palangka Raya, Newsinkalteng.co.id - Lingkungan Lapas dan Rutan merupakan lingkungan dengan tekanan psikologis tinggi. Gangguan kesehatan mental dapat terjadi karena kehilangan kebebasan, terpisah dari keluarga, konflik antarwarga, dan ketidakpastian masa depan. Menurut World Health Organization (WHO), gangguan mental lebih umum di lembaga pemasyarakatan dibandingkan dengan populasi umum.
Kesehatan mental merupakan aspek fundamental yang seringkali terabaikan dalam sistem pemasyarakatan. Warga binaan menghadapi berbagai stresor unik yang dapat berdampak negatif pada kondisi psikologis mereka, termasuk kehilangan kebebasan, pemisahan dari keluarga, stigma sosial, dan ketidakpastian masa depan. Penelitian yang dilakukan oleh Fazel dan Danesh (2019) menunjukkan bahwa prevalensi gangguan mental di kalangan populasi penjara secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan populasi umum.
Mengapa kesehatan mental warga binaan begitu penting untuk diperhatikan? Pertama, karena setiap manusia berhak mendapatkan perlakuan yang manusiawi, termasuk akses terhadap layanan kesehatan mental. Kedua, warga binaan yang sehat mental lebih mampu mengikuti program rehabilitasi dan pembinaan. Ketiga, dan yang paling krusial, kesehatan mental yang baik menjadi kunci keberhasilan reintegrasi ke masyarakat dan pencegahan residivisme.
Lingkungan Pemasyarakatan sebagai Sumber Tekanan Psikologis
Lingkungan tertutup dalam Lapas dan Rutan merupakan faktor utama yang memengaruhi kondisi psikologis warga binaan. Kehilangan kebebasan menjadi perubahan besar dalam kehidupan seseorang. Individu yang sebelumnya memiliki kontrol atas aktivitas sehari-hari harus beradaptasi dengan aturan yang ketat dan pengawasan terus-menerus.
Overkapasitas hunian memperburuk situasi tersebut. Ruang pribadi yang terbatas meningkatkan ketegangan dan potensi konflik. Ketidaknyamanan fisik seringkali berbanding lurus dengan ketidakstabilan emosi. Kondisi ini dapat memicu perasaan frustrasi dan mudah marah. Selain itu, keterpisahan dari keluarga menjadi beban emosional yang berat. Dukungan sosial yang terbatas menyebabkan warga binaan rentan mengalami kesepian dan putus asa.
Dampak Masalah Kesehatan Mental
Konsekuensi dari masalah kesehatan mental yang tidak tertangani sangatlah luas dan berbahaya. Pada tingkat individual, warga binaan dengan gangguan mental mengalami penurunan kualitas hidup yang drastis. Mereka kesulitan tidur, kehilangan nafsu makan, dan mengalami gangguan konsentrasi yang berdampak pada kemampuan mereka mengikuti program pembinaan. Dalam kasus yang ekstrem, masalah kesehatan mental dapat menyebabkan perilaku menyakiti diri sendiri (self-harm) bahkan upaya bunuh diri.
Dampak pada sistem pemasyarakatan juga sangat signifikan. Warga binaan dengan gangguan mental cenderung lebih sulit mengikuti aturan dan program pembinaan. Mereka seringkali terlibat dalam konflik dengan warga binaan lain, menciptakan ketidakstabilan di dalam lembaga. Hal ini berimplikasi pada peningkatan beban kerja petugas, biaya operasional yang lebih tinggi, dan gangguan ketertiban
Beberapa saran dapat diajukan untuk meningkatkan kesehatan mental warga binaan di Indonesia. Pertama, pemerintah perlu meningkatkan anggaran untuk layanan kesehatan mental di lembaga pemasyarakatan, termasuk penambahan tenaga profesional seperti psikolog dan psikiater. Kedua, perlu dilakukan reformasi kebijakan yang secara eksplisit mengatur standar layanan kesehatan mental dan mewajibkan setiap lembaga pemasyarakatan untuk menyediakan layanan tersebut. Ketiga, pelatihan untuk petugas pemasyarakatan perlu ditingkatkan agar mereka mampu mengenali tanda-tanda gangguan mental dan memberikan respons yang tepat.
Mari kita renungkan kembali: tujuan utama dari pemasyarakatan bukanlah untuk membalas dendam atau menghukum, melainkan untuk merehabilitasi dan mempersiapkan warga binaan untuk kembali menjadi anggota masyarakat yang produktif dan bertanggung jawab. Oleh karena itu, penjagaan kesehatan mental menjadi komponen esensial dalam sistem pemasyarakatan yang efektif dan berkeadilan.[Red]
Oleh : dr. Melyna Felisa Sianturi
Tags:
Opini
