Palangka Raya, Newsinkalteng.co.id — Di tengah menguatnya tuntutan transparansi dan akuntabilitas pembangunan, peran organisasi kemasyarakatan (ormas) kembali ditegaskan sebagai mitra strategis pemerintah. Kamis, 12 Februari 2026, DPD Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI) Kalimantan Tengah turut ambil bagian dalam kegiatan Pembinaan terhadap Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) dengan Status Terdaftar dalam Mendukung Asta Cita dan Program Direktif Presiden.
Kegiatan tersebut menjadi ruang konsolidasi sekaligus refleksi atas posisi ormas dalam lanskap pembangunan nasional. Tidak sekadar hadir sebagai entitas administratif yang terdaftar, ormas didorong untuk bertransformasi menjadi kekuatan sosial yang aktif, kritis, dan konstruktif dalam mengawal arah kebijakan publik, khususnya yang selaras dengan Asta Cita Presiden.
Dalam forum itu, pembahasan mengerucut pada penguatan fungsi ormas sebagai mitra pemerintah. Kemitraan yang dimaksud bukanlah relasi pasif, melainkan hubungan partisipatif yang menempatkan ormas sebagai jembatan antara aspirasi masyarakat dan kebijakan negara. Di tingkat daerah, peran ini menjadi semakin relevan mengingat dinamika pembangunan yang kerap bersentuhan langsung dengan kepentingan publik.
Sekretaris DPD SPRI Kalimantan Tengah, Rizaldi mewakili Ketua DPD SPRI Kalteng Mohamad Sidik, menilai kegiatan pembinaan tersebut sebagai langkah positif dan strategis. Menurutnya, pemahaman yang utuh mengenai fungsi dan tugas ormas menjadi fondasi penting dalam menjalankan peran pengawasan pembangunan.
“Kegiatan ini sangat baik, karena memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada kami mengenai fungsi dan tugas ormas sebagai mitra pemerintah, khususnya dalam hal pengawasan pembangunan di Indonesia, terlebih di daerah,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa pengawasan yang dimaksud bukan sekadar mencari kesalahan, melainkan memastikan proses pembangunan berjalan sesuai aturan, tepat sasaran, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas. Dalam konteks itulah, SPRI sebagai organisasi profesi yang bergerak di bidang pers memiliki tanggung jawab moral untuk turut menjaga ruang publik yang sehat dan informatif.
Lebih jauh, Rizaldi berharap pembinaan semacam ini tidak berhenti pada tataran seremonial, melainkan berkelanjutan dan aplikatif. Menurutnya, ormas membutuhkan penguatan kapasitas agar mampu menjalankan perannya secara profesional dan proporsional.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi ilmu pembelajaran bagi ormas dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, sehingga ke depan mampu berkontribusi secara nyata dalam mendukung program pemerintah yang berpihak pada kepentingan rakyat,” tambahnya.
Di tengah berbagai tantangan pembangunan, sinergi antara pemerintah dan ormas menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas sosial sekaligus memastikan kebijakan berjalan efektif. Pembinaan ini menjadi penanda bahwa partisipasi publik bukan sekadar slogan, melainkan bagian integral dari tata kelola pemerintahan yang inklusif dan berorientasi pada kepentingan bersama.(Red)
Tags:
SPRI Kalteng
