Foto Pemilik Media dengan Tumpukan Uang Viral, HB Beri Klarifikasi Resmi


Palangka Raya, Newsinkalteng.co.id – Jagat media sosial Kalimantan Tengah mendadak ramai setelah beredarnya sebuah foto yang menampilkan seorang pemilik media dengan tumpukan uang di hadapannya. Foto tersebut memicu beragam spekulasi publik dan menyeret nama HB, sosok yang akhirnya merasa perlu angkat bicara untuk meluruskan informasi yang berkembang.

Untuk mengakhiri berbagai tafsir liar, HB menggelar konferensi pers pada Sabtu, 10 Januari 2026, di Palangka Raya. Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa foto yang viral itu diambil dalam konteks internal perusahaan, tepatnya saat dirinya tengah menyiapkan pembayaran upah bagi karyawan media yang ia kelola.

“Foto itu bukan untuk konsumsi publik. Tidak ada niat sedikit pun untuk memamerkan uang atau menyebarkannya ke media sosial,” ujar HB di hadapan awak media.

HB menjelaskan, uang yang terlihat dalam foto berasal dari hasil kontrak kerja sama kemitraan dan iklan di sejumlah daerah di Kalimantan Tengah, bahkan sebagian berasal dari luar provinsi. Dana tersebut, katanya, merupakan bagian dari operasional perusahaan, khususnya untuk pembayaran hak karyawan dan mitra kerja.

Ia mengaku terkejut saat mengetahui foto tersebut beredar luas di grup WhatsApp dan kemudian menyebar ke ruang publik. HB menegaskan dirinya tidak pernah mengunggah atau menyebarkan foto itu ke grup mana pun.

Namun penyebaran foto itu tidak berhenti di media sosial. Salah satu media daring, Kaltengpedia, turut memberitakan foto tersebut. Pemberitaan itu, menurut HB, berdampak buruk terhadap nama baiknya, baik secara pribadi maupun profesional.

“Nama baik saya tercoreng, padahal foto itu beredar tanpa seizin saya dan sepenuhnya di luar kendali saya,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, HB juga mengingatkan pentingnya prinsip jurnalistik, khususnya verifikasi, konfirmasi, dan keberimbangan dalam setiap pemberitaan. Ia menegaskan tetap menghormati kebebasan pers dan hak publik untuk mendapatkan informasi, namun meminta agar informasi yang disajikan tidak menimbulkan prasangka yang merugikan pihak tertentu.

Lebih lanjut, HB menambahkan bahwa dana yang terlihat dalam foto merupakan hak mitra kerja PN di berbagai wilayah, yang dikelola sesuai mekanisme dan kesepakatan kerja yang sah.

“Perlu dilihat secara utuh agar tidak menimbulkan salah tafsir di masyarakat,” pungkasnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa sebuah gambar yang beredar di ruang digital dapat dengan mudah kehilangan konteks aslinya. Di balik satu foto yang viral, terdapat cerita, penjelasan, dan dampak nyata bagi pihak yang bersangkutan. Klarifikasi HB menjadi upaya untuk mengembalikan informasi ke konteks yang sebenarnya.[Red]

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama