![]() |
| Foto: Sekretaris Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Pipit Setyorini. |
Palangka Raya, Newsinkalteng.co.id — Sekretaris Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Pipit Setyorini, mendorong peningkatan kapasitas perempuan agar semakin mampu mengambil peran dalam berbagai bidang pembangunan daerah.
Menurut Pipit, perempuan memiliki potensi besar untuk berkontribusi di sektor sosial, ekonomi, pemerintahan maupun dunia usaha. Potensi tersebut perlu diperkuat melalui akses pendidikan, pelatihan dan kesempatan pengembangan keterampilan.
“Perempuan Kalteng harus terus meningkatkan kapasitas diri sehingga mampu berkontribusi lebih luas dan memiliki daya saing,” ujar Pipit, Kamis (6/8/2026).
Ia mengatakan, pemberdayaan perempuan tidak cukup hanya diarahkan pada peningkatan keterampilan, tetapi juga perlu membangun kemandirian dan kepercayaan diri agar perempuan mampu menentukan serta mengembangkan potensi yang dimilikinya.
Pipit menilai, perluasan akses terhadap pendidikan dan pelatihan menjadi salah satu langkah penting untuk mempersiapkan perempuan menghadapi perubahan dan tuntutan pembangunan yang semakin kompleks.
Selain itu, peluang bagi perempuan untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi juga perlu diperbesar. Dukungan terhadap kewirausahaan dinilai dapat membuka kesempatan bagi perempuan untuk memperoleh penghasilan sekaligus membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga.
“Kesempatan untuk belajar, berkarya dan berwirausaha perlu terus diperluas agar semakin banyak perempuan dapat berkembang secara mandiri,” katanya.
Ia juga meminta pemerintah dan pemangku kepentingan memperkuat program pemberdayaan yang menyentuh kebutuhan nyata perempuan di berbagai wilayah Kalteng. Program tersebut diharapkan tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu memberikan manfaat jangka panjang.
Pipit menambahkan, keterlibatan perempuan dalam pembangunan akan memberikan dampak positif terhadap kehidupan masyarakat secara keseluruhan. Perempuan yang memiliki kemampuan dan kemandirian dinilai dapat menjadi penggerak di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
“Ketika perempuan memiliki kemampuan dan kemandirian, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh keluarga, tetapi juga mendukung kemajuan daerah,” pungkasnya. (red)
