Deklarasi Akbar Bersama Kepala BNN RI, Pemasyarakatan Kalteng Dukung Komitmen Perang Melawan Narkoba







Palangka Raya, Newsinkalteng.co.id – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Tengah, Hensah, menghadiri Deklarasi Akbar Perang Melawan Narkoba di Bumi Tambun Bungai Menuju Kalteng Bersinar bersama Kepala BNN RI bertempat di Bundaran Besar Palangka Raya, Kamis (20/8).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala BNN RI, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto bersama Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran, Wakil Gubernur H. Edy Pratowo, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalteng, organisasi masyarakat, serta pelajar dan mahasiswa Kota Palangka Raya.

Sebanyak 3.333 peserta mengikuti deklarasi sebagai bentuk komitmen bersama dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Seluruh peserta bersama-sama mengucapkan ikrar perang melawan narkoba sebagai wujud tekad mewujudkan Kalimantan Tengah yang bersih dari narkoba.

Selain deklarasi, kegiatan juga diisi dengan penyerahan sembilan tongkat komando sebagai simbol kepercayaan dan tanggung jawab dalam memimpin gerakan pemberantasan narkoba di Kalimantan Tengah.

Tongkat komando tersebut diserahkan oleh perwakilan keluarga tiga anggota Polri yang gugur dalam tugas pemberantasan narkoba, pelajar, mahasiswa, organisasi masyarakat, dan tokoh agama kepada unsur pimpinan daerah dan pemangku kepentingan terkait.

Penerima tongkat komando terdiri dari Kepala BNN RI, Gubernur Kalteng, Ketua DPRD Kalteng, Pangdam XXII/Tambun Bungai, Kapolda Kalteng, Kajati Kalteng, Ketua Pengadilan Tinggi Kalteng, Kepala BIN Kalteng, Wali Kota Palangka Raya, serta Ketua GDAN.

Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran menegaskan bahwa perang terhadap narkoba membutuhkan niat dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat.

Sementara itu, Kepala BNN RI Komjen Pol. Suyudi Ario Seto mengapresiasi komitmen Kalimantan Tengah yang diwujudkan melalui deklarasi akbar tersebut.

“Ini adalah bukti nyata bahwa Kalteng tidak akan menyerah terhadap sindikat narkoba. Perang terhadap narkoba bukan hanya kiasan, ini pesan semesta untuk menjaga kedaulatan Indonesia,” ujarnya.

Menurut Suyudi, ancaman narkotika dapat menghambat cita-cita menuju Indonesia Emas. Karena itu, pemberantasan narkoba tidak dapat hanya dilakukan BNN, tetapi membutuhkan kepedulian dan keterlibatan seluruh masyarakat, termasuk dalam menghadapi perkembangan bentuk narkotika yang kini semakin beragam.

Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Kalteng, Hensah, menilai deklarasi tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi seluruh pihak dalam mencegah dan memberantas narkoba, termasuk di lingkungan pemasyarakatan.

“Pemberantasan narkoba membutuhkan sinergitas dan komitmen bersama. Kami di jajaran Pemasyarakatan akan terus memperkuat pencegahan serta memastikan lingkungan Lapas dan Rutan tetap bersih dari peredaran gelap narkoba,” kata Hensah.

Hensah menambahkan, jajaran Ditjenpas Kalteng siap mendukung langkah bersama dalam membangun ekosistem wilayah yang bersih dari narkoba.

“Semangat Kalteng Bersinar harus diwujudkan melalui kerja nyata, mulai dari pencegahan, pemberdayaan masyarakat hingga penegakan hukum. Pemasyarakatan siap menjadi bagian dari benteng bersama untuk memutus mata rantai peredaran narkoba,” pungkasnya.(Red)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama