Lahan Gambut Rawan Terbakar, DPRD Kalteng Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Foto: Wakil Ketua II DPRD Provinsi Kalteng, Muhammad Ansyari.

Palangka Raya, Newsinkalteng.co.id – DPRD Kalimantan Tengah mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau. Pencegahan dinilai menjadi langkah paling efektif untuk menekan risiko kebakaran yang dapat meluas, khususnya di wilayah lahan gambut.

Wakil Ketua II DPRD Kalteng, Muhammad Ansyari, mengatakan kondisi lahan yang semakin kering membuat potensi munculnya kebakaran perlu diantisipasi bersama. Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas pembukaan lahan dengan menggunakan api.

“Jangan membuka lahan dengan cara membakar, karena api di lahan gambut bisa cepat menyebar dan sulit dipadamkan,” ujar Ansyari, Jumat (24/7/2026).

Ia menjelaskan, lahan gambut memiliki karakteristik berbeda dibandingkan lahan mineral. Api yang muncul tidak selalu terlihat di permukaan karena dapat menjalar hingga ke lapisan bawah tanah. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan waktu dan sumber daya lebih besar.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Kalteng, sejak 1 Januari hingga 19 Juli 2026 tercatat 2.844 titik panas di sejumlah wilayah. Sementara kejadian karhutla mencapai 563 kasus dengan luasan lahan terbakar sekitar 3.069,52 hektare.

Ansyari menilai angka tersebut menjadi peringatan agar upaya pencegahan terus diperkuat. Menurutnya, pengendalian karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan petugas pemadam, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat sejak dari tingkat lingkungan.

Ia meminta warga segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran atau titik api di sekitar wilayah tempat tinggal maupun kawasan yang rawan terbakar. Penanganan secara cepat dinilai dapat mencegah api berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Selain mengancam ekosistem, karhutla juga berpotensi menimbulkan kabut asap yang berdampak pada kesehatan masyarakat dan mengganggu berbagai aktivitas. Karena itu, kesadaran untuk tidak melakukan pembakaran lahan harus terus ditingkatkan.

“Semakin cepat titik api diketahui dan dilaporkan, semakin mudah dilakukan penanganan. Jangan sampai api sudah meluas baru dilakukan upaya pemadaman,” katanya.

Ansyari berharap masyarakat dapat menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan karhutla dengan menjaga lingkungan dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu api. Dengan kewaspadaan bersama, risiko kebakaran selama musim kemarau di Kalteng diharapkan dapat ditekan. (red) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama