Panen Lele Bioflok 1,5 Ton hingga Resmikan Lapalka Cafe 40, Kakanwil : Seluruh UPT Pemasyarakatan Kita Dorong Terus Produktif dan Inovatif






Palangka Raya, Newsinkalteng.co.id – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Tengah, I Putu Murdiana, menghadiri kegiatan panen perdana budidaya lele sistem bioflok sekaligus peresmian Lapalka Cafe 40 yang dilaksanakan di Lapas Kelas IIA Palangka Raya, Kamis (12/3).

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, Yudo Adi Yuwono, Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan, Leonard Silalahi, Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan, Tubagus M. Chaidir, perwakilan Dinas Perikanan Kota Palangka Raya, stakeholder terkait, serta para Kepala Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan se-Kota Palangka Raya dan sekitarnya.

Panen perdana budidaya lele sistem bioflok tersebut menjadi momentum penting bagi Lapas Kelas IIA Palangka Raya dalam mengembangkan program pembinaan berbasis keterampilan produktif bagi warga binaan. Program ini diharapkan mampu memberikan bekal keterampilan yang bermanfaat bagi warga binaan setelah kembali ke masyarakat.

Dalam sambutannya, Kepala Lapas Kelas IIA Palangka Raya, Hisam Wibowo, menyampaikan bahwa program budidaya lele bioflok ini merupakan bentuk sinergi dengan berbagai pihak dalam mendukung program pembinaan kemandirian di lingkungan pemasyarakatan.

“Budidaya lele sistem bioflok ini merupakan bantuan dari Balai Pembibitan Benih Air Tawar Mandiangin yang berada di Banjarmasin. Kami sangat mengapresiasi dukungan tersebut karena memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk belajar dan terlibat langsung dalam kegiatan produktif,” ujar Hisam.

Ia menjelaskan bahwa benih lele mulai ditebar pada 26 Desember lalu dan pada panen perdana kali ini diperkirakan menghasilkan sekitar 1,5 ton lele. Ke depan, pihaknya menargetkan peningkatan produksi pada periode panen berikutnya.

“Untuk periode berikutnya kami menargetkan hasil panen bisa mencapai sekitar 3 hingga 3,5 ton. Dengan pengelolaan yang lebih optimal, kami optimistis program ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Kalimantan Tengah, I Putu Murdiana, menyampaikan apresiasinya terhadap inovasi yang dilakukan oleh Lapas Kelas IIA Palangka Raya dalam mengembangkan program budidaya lele sistem bioflok sebagai bagian dari pembinaan warga binaan.

“Ini merupakan satu sinergitas yang sangat baik dan positif antara Lapas, pemerintah daerah, dan berbagai pihak terkait. Program seperti ini tidak hanya mendukung pembinaan kemandirian warga binaan, tetapi juga selaras dengan upaya mendukung ketahanan pangan nasional,” ungkap I Putu Murdiana.


Ia juga berharap inovasi serupa dapat diimplementasikan oleh seluruh Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan di wilayah Kalimantan Tengah sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

“Harapan saya bukan hanya Lapas Palangka Raya saja yang melaksanakan budidaya lele sistem bioflok, tetapi seluruh UPT Pemasyarakatan di Kalimantan Tengah dapat mengembangkan program serupa karena potensinya sangat besar dan dapat dilakukan oleh semua satuan kerja,” tegasnya.

Selain panen perdana lele bioflok, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan peresmian Lapalka Cafe 40 yang menjadi salah satu sarana pembinaan keterampilan bagi warga binaan. Keberadaan kafe tersebut diharapkan dapat menjadi wadah pelatihan sekaligus ruang kreativitas bagi warga binaan dalam mengembangkan keterampilan wirausaha.

Kakanwil juga menegaskan pentingnya menjaga sinergi yang telah terjalin antara jajaran pemasyarakatan dengan pemerintah daerah serta para stakeholder dalam mendukung berbagai program pembinaan di lingkungan pemasyarakatan.

“Kami berharap sinergitas yang sudah terjalin ini dapat terus dijaga dan bahkan ditingkatkan. Dengan kolaborasi yang kuat, berbagai program pembinaan dan pemberdayaan warga binaan dapat berjalan lebih optimal dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” tutup I Putu Murdiana.(Red)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama